Cara Mencegah Anemia pada Remaja
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah dari jumlah normal. Hal ini juga dapat terjadi ketika sel-sel darah merah tidak memiliki cukup kandungan hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein yang sarat dengan zat besi. Tugasnya adalah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Hemoglobin jugalah yang memberikan warna merah pada darah.
Pada zaman milenial ini banyak remaja yang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mengalami anemia. Hal ini disebabkan karena kurangnya konsumsi sayur yang mengandung zat besi dan kurangnya istirahat. Apalagi zaman sekarang ini banyak makanan cepat saji yang makin banyak disenangi para remaja karena mereka tidak perlu repot-repot memasak, makanya mereka lebih memilih tidak memakan sayur. Disini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengolah dan memvariasikan makanan yang mengandung sayur dan buah.
Di Indonesia, sekitar 22,7 persen perempuan usia 14 hingga 18 tahun mengalami anemia. Dalam kondisi ini, darah kekurangan sel darah merah yang cukup sehat untuk bisa mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Anemia umumnya disebabkan oleh kekurangan mikronutrien dan kualitas gizi yang rendah, serta dapat mengakibatkan rasa letih, sesak napas, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan kinerja kognitif.
Ada berbagai macam hal yang bisa menyebabkan jumlah sel darah merah menurun hingga di bawah kadar normal. Berdasarkan penyebabnya tersebut, anemia bisa dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Anemia Hemolitik Autoimun. Anemia ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merahnya sendiri.
Anemia hemolitik yang diwariskan, meliputi penyakit sel sabit, talasemia, dan sferositosis herediter.
Anemia karena perdarahan. Anemia ini terjadi ketika mengalami perdarahan yang hebat karena cedera, menstruasi yang berat, saluran pencernaan, atau masalah medis lainnya.
Produksi sel darah merah yang lama, seperti pada kasus aplastic anemia, yaitu ketika tubuh berhenti membuat sel darah merah akibat infeksi, penyakit, atau penyebab lainnya.
Anemia defisiensi besi. Ini adalah jenis anemia yang paling umum, yaitu ketika seseorang tidak mendapatkan cukup asupan zat besi dari makanan yang mereka konsumsi.
Anemia defisiensi B12. Jenis anemia yang terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan cukup asupan vitamin B12 dari makanan yang mereka konsumsi.
Faktor yang dapat membuat remaja mengalami anemia, antara lain :
- Kurang nya mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung zat besi
- Melakukan diet vegetarian
- Memiliki aktivitas fisik yang berat
- Mengalami perdarahan pada saat menstruasi
- Obesitas
Berikut ini cara orang tua untuk menghindarkan anak mereka dari anemia :
1. Meminum suplemen zat besi
2. Mendorong anak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi
Contoh makanan yang kaya akan zat besi yaitu : daging tanpa lemak, unggas, ikan, seral, roti, pasta yang kaya akan zat besi, buah-buahan kering, sayuran hijau, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan telur.
3. Istirahat yang cukup
4. Mengawasi menstruasi anak
5. Menghindari meminum teh setelah makan
Teh dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga lebih dari 50 persen. Tannin dan oxalate dalam teh bisa mengikat zat besi dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menyerap zat besi.
6. Memberikan suplemen atau tablet tambah darah
Sumber :
https://www.medcom.id/rona/keluarga/dN60v0Rk-cara-mengatasi-anemia-pada-remaja
https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/anemia-pengertian-penyebab-ciri-ciri-dan-cara-mengatasinya-1887/
https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/cerita/upaya-remaja-mencegah-anemia
https://www.halodoc.com/artikel/cara-mencegah-anemia-pada-anak-remaja
https://www.sehatq.com/artikel/mengenali-ancaman-anemia-pada-remaja-agar-bisa-diwaspadai